Tak
ada luka yang bisa dipungkiri seberapa besar usaha untuk menggapnya tak ada.
Tetap ada air mata yang mungkin disembunyikan lewat tawa. Tetap ada air mata
yang mungkin tersimpan dalam setiap kata. Karena luka adalah luka. Dia punya
rasa yang sangat jelas. Tidak abstrak walau tak terlihat. Luka mengatas namakan
kekecewaan, luka mengatasnamakan rasa sakit, luka mengatasnamakan apapun yang
membuat dadamu berat, luka yang mengataskan pedihnya tatapan, luka yang tak
pernah dapat disembunyikan dari mata.
Luka
adalah luka. Bekas adalah bekas. Luka dan bekas. Perpaduan yang kompleks.
Pasangan yang berjodoh. Jarang sekali luka tanpa bekas, walau Cuma setitik
noktah. Biasanya ada. Biasanya butuh waktu yang lama untuk membinasakan
bekasnya, menghilangkan cacatnya.
Luka
di hati, luka di pikiran. Perpaduan yang kompleks. Sangat menyakitkan. Hatimu
mulai meragu, pikiran mulai melahapmu, perlahan-lahan, membunuhmu. Ya, kamu
mati dibunuh pikiranmu. Hatimu mati dibunuh pikiranmu. Lukamu semakin hidup
karena pikiranmu. Pikiranmu yang selalu menanam luka. Maka engkau, terluka tak
berdaya, disakiti pikiran yang ternyata punya kekuatan menghancurkan! Be
carefull.
Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-anti-copy-paste-di-blog.html#ixzz2Gv3QtmBI



0 komentar :
Posting Komentar