Cinta memang mungkin tak punya mata,
abstrak tanpa wujud. Cinta memang tak punya akal, liar hingga batas gila. Cinta
buta, begitu setiap kata-kata indah sang pujangga. Cinta tak ada logika, begitu
kata Agnes Monica.
Cinta mungkin buta, cinta mungkin tak
punya logika. Apapun cinta itu mungkin dia terlalu ajaib. Air mata untuk
sesuatu yang diatas namakan bahagia, kebersamaan. Apakah setiap bahagia perlu
air mata? Bukankah air mata, atau kesedihan itu Cuma penyanding antara mana
duka mana bahagia? Haruskah air mata ada dalam setiap jengkal cerita cinta?
Bukankah cinta hasratnya membawa bahagia?. Rancu. Kalimat ini semakin rancu.
Pertanyaan ataupun pernyataan ini semakin kacau. Stop.
Cinta tak harus selalu buta untuk yang
sudah lelah ditabur luka. Cinta tak harus selalu buta untuk hati yang terus
tersakiti. Cinta tak harus selalu buta untuk otak yang semakin bodoh hanya
karena cinta.
Mencintai tak selamanya harus rela
tersakiti. Pilih bahagiamu, kurangi dukamu. Karena cinta tak harus selamanya
buta agar tak terluka.
Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-anti-copy-paste-di-blog.html#ixzz2Gv3QtmBI



0 komentar :
Posting Komentar