Sepi berhasil menjeratku, menunjukkan
eksistensinya bahwa dalam tiap sepi mampu menghadirkan rindu dan masalalu. Sepi
membawa diriku terhanyut ingatan tentang dulu, aku dan kamu. Mengingatkan bahwa
aku mencintaimu hingga batas yang mungkin tidak jelas. Sepi membawaku untuk
memegang bukumu, menyentuh amplop itu, merasakan bekas tiap sentuhanmu yang
pernah ada pada mereka.
Menghirup aromanya, merasakan bahwa ada
sisa nafasmu didalam sana, menyadarkan bahwa kita menyukai bau yang sama, buku
itu. Aku bisa menyentuh apa yang pernah kau sentuh, aku bisa menghirup aroma
yang pernah kau hirup, dan semua terasa dekat. Terasa yakin bahwa akan ada
saatnya tidak ada jarak diantara kita. Aku sadar aku mulai terhanyut dalam
mimpi-mimpi masalalu.
Hentikan. Kembali pada kenyataaan bahwa
tidak ada lagi “kita”, hanya ada aku dan kamu yang mulai jalan perlahan,
menjauh, saling memunggungi dan melupakan pelan-pelan. Menyatakan bahwa
perpisahan adalah jalan yang paling benar ketika hati mulai lelah untuk
bertahan, ketika kepercayaan terkikis rapi kesalahan-kesaahan, ketika keyakinan
mulai usang seiiring meluasnya pemikiran.
Mungkin tidak akan ada lagi mimpi, tidak
ada lagi harapan, tapi malam ini aku
masih punya rindu untukmu.
![]() |
| Thanks :") |
Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-anti-copy-paste-di-blog.html#ixzz2Gv3QtmBI




0 komentar :
Posting Komentar