Tiba-tiba
inspirasiku mati. Imajinasiku tak pernah lebih dari hitungan menit, kemudian
lenyap tanpa hasil. Tak pernah menjejak pasti, ngambang, melayang, lalu hilang.
Selalu seperti itu. Tak pernah lebih dari beberapa bait kalimat yang bisa aku
tuliskan. Kemudian stagnan, tanpa lanjutan.
Aku mencoba
menajamkan, mengasahnya. Tapi tak pernah lebih tajam dari biasanya. Ternyata aku
tak mampu mengolah kata hingga imajinasiku tak pernah menjadi suatu tulisan yang enak dibaca.
Hah .. Ternyata menghela nafas jauh lebih mudah. Ternyata menulis
diary jauh lebih gampang daripada sekedar menuliskan imajinasi yang ada dalam daya hayalku. Tunggu,
atau aku tak bisa menghayal? Menghayal saja tidak bisa. Payah.
Menuliskan segala
sesuatu tentang diri sendiri lebih mudah. Menuliskan sesuatu yang berasal dari
sini, hati, jauh lebih gampang. Sesuatu yang
dirasakan jauh lebih mudah digambarkan daripada hanya sekedar hayalan. Karena mungkin
perasaan adalah hal yang paling nyata walau tanpa wujud, tanpa pernah bisa
ditatap.
Mungkin bahagia,
tawa, duka, lelah, tangisan, kecewa,
bosan, dan kekosongan adalah kenyataan yang paling nyata walau tak pernah tau
sosoknya seperti apa. Kenyataan yang selalu ada dalam setiap 24 jam kehidupan.
Kenyataan memang selalu lebih mudah untuk dituliskan, bagiku.
Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-anti-copy-paste-di-blog.html#ixzz2Gv3QtmBI



0 komentar :
Posting Komentar