Dia diam,
diamnya dia nyaman. Dia diam, diamnya
dia tentram. Dia diam, diamnya dia pengertian. Dia diam, diamnya dia jawaban.
Dia melihat apa
yang orang lain tak bisa lihat. Dia mendengar apa yang orang lain tak bisa
dengar. Dia diam, hanya matanya saja yang tak pernah berhenti menatap,
memandang dengan lekat-lekat. Dia diam, hanya telinganya saja yang tak pernah
tuli, mendengar tiap nada-nada janggal
yang terucap, tiap-tiap kata yang terasa dibuat-buat.
Diamnya dia
dialog, diamnya dia getir tanpa sakit, diamnya dia perisai tangisan.
Dia hanya perlu
melihat, dia hanya perlu mendengar. Tak pernah butuh lebih dari diamnya, cukup
dia ada, berbicara tanpa kata, berdialog dalam diam.
Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-anti-copy-paste-di-blog.html#ixzz2Gv3QtmBI



0 komentar :
Posting Komentar