Untuk setiap kesakitan yang
disimpan sendiri
Untuk setiap kesakitan yang
tidak bisa diungkapkan
Tiba tiba semua hampa
Tiba tiba semangat itu menguap,
mimpi itu lenyap.
Kesakitan, penyesalan, rasa
bersalah, amarah, ketidakpercayaan
Keraguan, rindu yang sangat
menyiksa
Semua satu persatu menonjolkan
siapa dirinya
Mereka berkecamuk dalam hati
yang kian lama kian meretak
Untuk yang kesekian kalinya,
perasaan jauh lebih menonjol ketimbang akal
Logika seperti cahaya lilin yang kian meredup
Tidak, aku harus bangkit.
Logika itu harus dikobarkan,
karena mungkin cara ini yang bisa jadi penawar sakit untuk masa depan
Rela tidak rela
Iklhas tidak ikhlas
Tapi ini kenyataan, ini titik
dimana rangkakkan kecil harus mulai bergerak
Tidak seperti yang dulu, stuck.
Kali ini harus bergerak
Ahhh….
Seandainya bisa ku tepis
perbedaan, mungkin aku akan mencobanya sekali lagi, dua kali lagi atau ntah
yang kesekian kali
10 oktober 2012
Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-anti-copy-paste-di-blog.html#ixzz2Gv3QtmBI



0 komentar :
Posting Komentar